IPM SI “PENA TAK BERTINTA”

17:12

Ditulis oleh: Afief Akmal (Anggota Bidang Organisasi PD IPM Kota Yk.)

Ilustrasi (sumber :http://ubayorengkampoeng.blogspot.com)
Dalam Materi diskusi kali ini bertema IPM SI “PENA TAK BERTINTA”, tema ini menyinggung tentang kurangnya loyalitas, kinerja, serta daya untuk membentuk suatu kader kader pelajar muda yang berjiwa hebat, tangguh, dan bertanggung jawab.

Permasalahannya adalah kita masih menganggap hal ini sebagai sebuah suatu kewajaran yang terjadi di sekitar kita. Padahal, ini adalah permasalahan yang tidak bisa kita diamkan layaknya suatu hal yang wajar terjadi (terutama di kalangan IPM). Karena kurangnya loyalitas, kinerja serta daya untuk menciptakan kader pelajar yang berjiwa hebat, tangguh dan bertanggung jawab , dapat mengakibatkan degradasi kualitas kader yang akan kita ciptakan ke depannya.

Setidaknya, ada beberapa hal yang patut kita perhatikan yang menyebabkan terjadinya degradasi dalam proses pembentukan kader (pengkaderan) terhadap para “Para Pembentuk Kader” dan kader yang akan dibentuk saat ini :

1. Teknologi

Teknologi merupakan sebuah penyebab yang berdampak besar pada penciptaan karakter kader, terutama bagi para pelajar indonesia saat ini. Dalam hal ini, teknologi juga merupakan sebuah dilema yang patut di permasalahkan, karna memang teknologi juga sudah terbukti tentang mempermudah manusia dalam menjalankan aktifitas dan kehidupannya, tapi di sisi lain teknologi juga merupakan sebuah ancaman bagi para pembentuk kader untuk membentuk kader yang sesuai dengan syariat islam dan juga tentunya tetap mendunia.

Memang hal ini merupakan sebuah hal yang tidak bisa dipungkiri lagi bagi dunia, inilah pro dan kontra yang perlu kita bahas dalam diskusi kali ini, dan sebagai catatan saya akan sedikit mencantumkan tentang pengaruh teknologi pada pembentukan kader, terutama bagi para pelajar.
Pro

  1. Teknologi sangat membantu bagi para remaja dan siswa dalam bidang komunikasi dan ketrampilan sampingan.
  2. Teknologi mempermudah para pelajar untuk mendapatkan informasi informasi secara cepat, baik tentang perkembangan dunia, maupun dalam berbagai bidang lain.
  3. Teknologi menjadikan hidup tidak beralasan untuk belajar, contohnya, saat guru tidak dapat mengajar, lalu menggunakan sistem e-learning sebagai tempat strategis belajar online, sehingga pelajar tidak memiliki alasan lagi untuk tidak belajar dan masih banyak contoh contoh lainnya.

Kontra


  • Teknologi membuat para pelajar malas, dikarenakan terlalu bergantung pada teknologi, contoh, yang seharusnya komputer disediakan untuk mengerjakan tugas, tetapi dipergunakan untuk hal lain seperti game, dan lain sebagainya.
  • Teknologi membuat para kader lupa akan adat, saya mengatakan seperti ini karna point ini merupakan point yang memang sering dilakukan oleh para kader kader kita saat ini, contohnya, saat moderator sedang berbicara menyampaikan materi, si kader ini malah asik bermain dengan gadgetnya untuk hal yang sama sekali tidak lebih penting.
  • Teknologi disalah gunakan sebagai ajang komunikasi berlebihan dengan yang bukan mukhrimnya.

2. Pergaulan

Penyebab selanjutnya adalah pergaulan. Inilah salah satu faktor yang sering merusak para kader dan bahkan merusak moral bangsa ketika para aktor tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk. Dalam pergaulan ini pun terdapat pro dan kontra yang memang sudah melekat dan menjadi dilema yang sulit untuk dipisahkan. 

Pergaulan itu merupakan sesuatu yang baik jika di bergaul dengan lawan gaul yang baik juga, tetapi juga sebagaian pergaulan merupakan sesuatu yang buruk, jika lawan gaulnya juga buruk.

Nah, dalam pergaulan ini, para kader kita banyak sekali yang tanpa sadar memilih bergaul dengan lawan gaul yang buruk. Ini meruapakan sebuah realita yang menyedihkan. Bahkan dengan realita ini, hampir semua orang menganggapnya hal yang wajar, contohnya seperti pacaran, bahkan dikomunitas komunitas Islampun, saat mereka memiliki rapat ataupun diskusi, mereka tidak segan dan malu untuk mengatakan bahwa mereka ingin izin karena akan kencan dengan pacarnya. Inilah yang terjadi di kalangan kita, bahkan mereka memiliki pandangan yang lazim untuk alasan itu, lalu mengizinkannya.

Inilah nantinya yang akan kita bahas juga dalam diskusi kali ini. Dengan Rumusan masalah “PACARAN HARAM, TAPI BISAKAH MENGANGKAT MASALAH INI DI KALANGAN MASYARAKAT ?”

3. Pembentuk Kader

Selanjutnya adalah Para Pembentuk Kader. Dalam point kali ini, penyebab yang sangat berpengaruh dalam pembentuk “para pena” yang menulis jalur hidup dunia adalah yang membuat “tinta” untuk “pena” itu sendiri, dalam hal ini, pengaruh para pembentuk kader bukan main besarnya, karena dia merupakan ajang ketertarikan para calon kader untuk menjadi kader yang sesuai dengan syariat islam dan di ridhoi Allah  S.W.T, hal ini menerangkan bahwa para pembentuk kaderlah yang harus dan wajib untuk mendidik dan menunjukan pada calon kader tentang asiknya “menulis dunia”, dengan apa ? tentunya dengan menyiapkan tinta yang di butuhkan si “pena” tersebut, sesuai dengan tema diskusi kali ini yaitu “IPM si PENA TAK BERTINTA”.

Dalam artian bahwa para pembentuk kader inilah yang nantinya sangat berpengaruh bagi terbentuknya suatu karakter kader.

Simpelnya, jika pembentuk kader tidak mempunyai sebuah wibawa seorang kader idaman islam, maka diapun hanya bisa menyiapkan kader yang tidak lebih dari itu, jadi calon kader IPM nanti itu tergantung dengan kita, seperti apa kita, bagaimana kita, saat kita baik, hebat, tangguh, bertanggung jawab, maka para calon kaderpun tidak akan jauh hasilnya dari kita.

Membuat para kader  IPM tertarik dengan sifat dan prilaku kita yang baik itu merupakan sebuah hal yang baik yang menjadi langkah awal untuk membentuk pena pena yang akan menuliskan jalan hidup dunia ini, jadi simpelnya, sebelum kita membentuk kader, buatlah kita menjadi pantas untuk membuat kader itu sendiri.

Nah, Lalu bagaimana kita bisa menciptkan diri kita untuk menjadi para “Pembentuk Kader” yang dapat menarik para kader menjadi lebih baik ?
Berikutlah beberapa point untuk menciptakan kader ala PD IPM KOTA YOGYAKARTA :

a. Faham Perintah Allah  dan Rasul

Untuk membentuk diri kita layak membuat kader yang tangguh, yang paling utama adalah Mengerti dan Faham tentang perintah perintah Allah  dan rasul yang harus kita jadikan sebagai pedoman utama dalam diri kita untuk menjalani hidup, lalu ajak para kader juga untuk berpedoman pada hal yang sama.

b. Al-Qur’an dan Al-Hadits

Nah lalu bagaimana kita bisa mengerti dan faham mengenai apa yang diperintahkan Allah  ? tentu melalui point ke dua ini, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist yang menjadi dua sumber Ajaran Agama Islam yang di dalamnya tercantum tentang apa yang di perintahkan dan apa yang dilarang oleh Allah  dan Rasul-Nya. 
Lewat dua sumber inilah, kita bisa memahami apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya dengan mempelajarinya, memahaminya dan mengamalkannya.

c. Tulis

Selanjutnya apakah cukup bagi kita untuk sekedar mengerti tentang isi kandungan pada Al-Qur’an dan Al-Hadist ?  Jawabannya tidak. 
Setelah kita paham akan makna Al-Qur’an dan Al-Hadist, menjadi kewajiban bagi kita untuk menyebarkannya. Dan salah satu media yang efektif untuk menyebarkannya adalah dengan menulis. 
Allah  S.W.T Berfirman
Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, (Al-Qolam ayat 1)
d. Baca

Tapi gimana kita bisa menulis apa yang diajarkan Al-Qur’an dan Al-Hadist dengan benar ? Allah  berfirman, yang merupakan ayat pertama turunnya Al-Qur’an, di surat Al-Alaq ayat 1-5

Dalam ayat tersebut, dijelaskan dalam firman Allah  bahwa kita harus membaca atas nama Allah S.W.T. Jadi kesimpulannya bahwa untuk mengerti Al-qur’an dan Al-hadist kita di anjurkan untuk membaca.

e. Belajar

Untuk bisa membaca kita harus bagaimana ? Belajar ! untuk bisa membaca maksud dan arti Al-Qur’an kita harus belajar membaca.
Ini merupakan hal lazim dan wajib bagi para pelajar masa kini untuk belajar bagaimana caranya membaca

f. Orang tua

Nah lalu dari siapa dan kemana kita belajar ? banyak sumber belajar yang dapat kita temui, seperti guru, uztad, dan lain sebagainya, tetapi belajar yang sering kita lakukan adalah belajar pada orang tua kita.
g. Diri Sendiri

Walaupun kita belajar dengan baik dengan guru dan orang tua kita, tapi saat kita tidak memiliki kemauan untuk untuk belajar, mana mungkin akan mencapai tigkatan teratas nanti, jadi diri kita lah yang menentukan untuk menjadi seperti apa kita ini.

Dari point point di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya untuk menarik para calon kader menjadi kader yang hebat dan tangguh itu tergantung dari diri kita sendiri, jika kita mau, kita bisa menjadi pena yang paling tangguh untuk menuliskan nasib dunia di banding pena pena lain.
Jadi mulailah dari diri sendiri, lalu tuliskan nasib dunia, selanjutnya siapkan tinta tinta bagi mereka, generasi muda yang akan mengguncangkan dunia.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments