Gerakan Dakwah Komunitas di Kalangan Pelajar

13:19

oleh : Ramadhani Gafar Utama

Pelajar adalah satu elemen kebanggan negara, sejatinya pelajar merupakan subyek dari adanya perubahan yang seharusnya mampu memberikan kontribusi dan simbol intelektual bagi negara. Pelajar juga yang menjadi penentu kejayaan moralitas, adanya kemunduran dalam diri pelajar akan berdampak besar terhadap segala aspek kehidupan dalam negara tersebut, baik itu kemunduran dalam segi moralitas, integritas, maupun lain sebagainya. Pada realita saat ini, budaya hedonisme telah banyak meracuni pribadi setiap pelajar di Indonesia. Terbukti dengan mulai maraknya pelajar yang kurang peduli dengan keadaan sekitar, mereka melihat dan sadar bahwa keadaan itu tidak benar namun mereka membiarkan hal itu terjadi begitu saja. Mendewakan euforia terhadap dunia hedonisme  mengakibatkan munculnya rasa acuh tak acuh pada tubuh pelajar. Begitu mudahnya mengikuti tanpa paham apakah hal tersebut layak untuk diikuti atau tidak. Ditambah lagi mulai bermunculannya pelajar yang hanya gemar bernarasi namun tanpa disertai aksi yang nyata, hanya mampu berkonsep ria tanpa memberi follow up yang nyata. Hal-hal tersebut menjadi sebuah konklusi besar, bahwa realitanya pelajar saat ini banyak yang masih bersikap apatis.

Menghilangkan hal - hal apatis bukan lah hal yang mudah, merubah pola pikir orang banyak bukanlah hal yang mudah. Sehingga membutuhkan langkah - langkah yang strategis melalui strategi pendekatan yang kultural. Menyelami dunia mereka, namun dengan terlebih dahulu membekali diri, agar nantinya bukan kita yang terjerumus kedalam hal - hal yang bersifat apatis tersebut. Namun hal - hal diatas mustahil terwujud jika dalam prakteknya kita tidak mampu menjadi tauladan yang baik, tidak mampu memberikan sesuatu yang dapat membuka mata para pelajar. Bahkan kita tidak bisa menyentuh hati  para pelajar sebagai obyek dakwah kita.

Dakwah komunitas merupakan dakwah dengan metode pendekatan dan strategi yang lebih aktual sesuai dengan perkembangan masyarakat. Jika kita membicarakan Muhammadiyah, sebenarnya Muhammadiyah telah menggunakan metode ini sejak lama dengan sebutan Gerakan Jama’ah Dakwah Jama’ah. Jika dihubungkan dengan Muhammadiyah, maka dakwah komunitas adalah pelaksanaan dakwah yang didasarkan atas basis komunitas baik kepada yang sudah islam maupun yang belum islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Gerakan dakwah komunitas lahir karena dilatarbelakangi oleh kesadaran akan struktur sosial masyarakat yang banyak mengalami perubahan ke arah modernisasi, globalisasi, dan revolusi teknologi.

Secara prinsipil pada dasarnya dakwah komunitas merupakan implementasi firman Allah Q.S Ibrahim ayat 4 yang berbunyi bi lisani qaumihi (dengan bahasa kaumnya), atau berdakwah dengan bahasa penyampaian sesuai kadar kemampuan objek dakwah. Oleh karena itu pelaku dakwah harus benar-benar memahami struktur sosial serta keadaan objek dakwah secara mendalam.

Konsep dakwah komunitas merupakan konsep yang cocok digunakan pada kalangan pelajar zaman sekarang yang segala sesuatunya sudah tersekat-sekat oleh komunitas. Pelajar lebih tertarik untuk berlama-lama bergabung dan nimbrung dengan teman-teman yang memiliki kesamaan hobi. Dengan kesamaan hobi, pelajar mampu berlama-lama membicarakan sebuah pembahasan yang bermanfaat, melakukan aksi sosial bersama-sama, dan lain sebagainya. Permasalahan yang terjadi adalah, seringnya seseorang yang menjadi ketua dalam suatu komunitas yang besar tidak mengarahkan komunitasnya kearah dakwah amar ma'ruf nahi munkar namun lebih ke hal-hal yang bersifat kesenangan duniawi semata. Bayangkan saja jika komunitas-komunitas yang besar bisa diarahkan ke arah amar ma'ruf nahi munkar, maka sudah barang tentu pelajar-pelajar zaman sekarang akan benar-benar mampu membantu menciptakan negara yang baldatun tahyyibatun wa rabbun ghafur.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments