Pelajar Anti Apatis

18:01


Ikatan Pelajar Muhammadiyah atau lebih mudahnya disapa IPM, merupakan organisasi otonom milik Muhammadiyah yang basis massanya, sasaran dari gerakannya adalah pelajar. Sesuai dengan anggaran dasar IPM pasal 9 bahwa yang dikatakan sebagai seorang pelajar adalah kelas sosial yang menutut  ilmu secara terus – menerus serta memiliki hak dan kewajiban dalam bidang pendidikan.
Walaupun hanya dalam ranah pelajar, akan tetapi, IPM bisa memberikan pencerahan bahkan memberikan semangat luar biasa atas apa yang sedang berkembang saat ini. Meraih empat kali penghargaan sebagai OKP terbaik tingkat nasional, dua kali penghargaan ASEAN TAYO (Ten Accomplished Youth Organization) dan penghargaan pemuda Indonesia (PPI 2016) kategori socialpreuner. Itu semua merupakan kontribusi perjuangan IPM terhadap dunia pelajar.
Telah banyak ide kreatif inovatif terhadap gerakan – gerakan yang ada di IPM sehingga hampir setiap daerah memiliki ciri khas mengenai gerakan – gerakan yang ada. Terbukti selama ini IPM bisa menjadi wadah bagi mayoritas pelajar Muslim baik itu di Muhammadiyah maupun Non – Muhammadiyah sebagai gudang inspirasi dan karya – karyanya.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan predikatnya sebagai kota pelajar, tentunya membuat kami IPM di kota Jogja tidak bisa tinggal diam. Berusaha untuk terus mengembangkan memberdayakan seluruh kader dengan ide inovatifnya yang nantinya menjadi suatu gerakan sebagai bentuk aksi dari ide – ide inovatif tersebut. Satu cabang dan 26 Ranting IPM menjadikan kami PD IPM Kota Jogja berfikir bagaimana memberikan mereka contoh panutan untuk bisa menjadi kader militan.
Gerakan jihad literasi adalah salah satu bentuk agenda aksi amanah Muktamar XX IPM yang seyogyanya diimplementasikan pada setiap jenjang pimpinan mulai dari pimpinan ranting sekalipun hingga pimpinan pusat. Adanya gerakan jihad literasi ini membuat PD IPM Kota Yogyakarta melakukan bentuk aksinya tidak hanya fokus pada bidang PIP. Karena sebenarnya literasi tidak melulu berkecimpung dibidang PIP.
Bentuk aksi literasi PIP yaitu melakukan banyak diskusi mengenai isu terkini baik didalam internal pimpinan maupun dengan eksternal teman – teman cabang sampai ranting. ASBO melakukan diskusi tentang bagaimana bergelut didunia seni – informatika serta membuat buku antologi pusi yang puisinya didapat dari para pemenang lomba membuat puisi semarak Muktamar XX IPM. KDI membuat refleksi malam seperti kata – kata penyemangat inspirasi yang kemudian dishare diseluruh sosial media. Perkaderan yang sedang on progress membuat modul SPI PD IPM Jogja dengan tambahan petunjuk teknis pelaksanaan taruna melati I untuk ranting IPM se – Jogja sekaligus pedoman materinya. Advokasi yang kemaren menerjemahkan ulang buku teman sebaya kombinasi antara mas Azaki (PP IPM), Linta Bahraine (PD IPM Kota Jogja) dan Nabhan Mudrik Alyaum (PD IPM Jogja) serta membuat blog sebagai media curhat teman – teman cabang dan ranting. Organisasi membuat buku pendampingan sahabat ranting kemudian membuat lomba IPM Jogja Award dengan banyak nominasi kategorinya.
Selain dari jihad literasi, IPM Jogja mempunyai terjemahan dari literasi ini, yaitu dengan membuat sebuah gerakan pelajar anti apatis. Implementasi dari gerakan ini adalah hampir seluruh bidang mempunyai lembaga atau komunitas. Seperti bendahara mempunyai Distro IPM, kemudian organisasi punya sahabat ranting, advokasi punya agen advokasi, KDI punya KEPO (Kerabat Peduli Oemat), PIP punya LPR (Lembaga Pers Remaja) serta PKD yang mempunyai Korps Fasilitator.
Adanya Tim Media juga sebagai bentuk lain dari gerakan pelajar anti apatis. Sikap kritis dan peka terhadap perkembangan IPM di Jogja agar seluruh pelajar di Jogja up to date. Tim media juga sebagai eksistensi serta media dakwah kami dari PD IPM Kota Jogja supaya mempertajam gerakan pelajar anti apatis ini.
            Banyaknya komunitas ataupun lembaga yang kami punya tidak lalu membuat kami PD IPM Kota Yogyakarta merasa bangga. Karena kami disini masih perlu melakukan penguatan esksistensinya dan mempertahankan gerakannya. Melalui komunitas dan lembaga itulah harapan kami teman – teman baik cabang maupun ranting bisa lebih kuat pondasi ideologi. Doktrin visual maupun verbal kami lakukan juga agar semakin kokoh dalam pembentukan karakter disetiap kadernya.

            Dengan segudang kegiatan, karya yang kami ciptakan, komunitas dan lembaga yang ada semoga bisa menjadikan PD IPM Kota Jogja ikut berkontribusi kecil untuk perjuangan IPM yang begitu luar biasanya. Karena kalau bukan kita siapa lagi ? Karena kalau bukan sekarang kapan lagi ? Nuun, demi pena dan apa yang mereka tulis. Ikrarkan Bersama IPM Berjaya !


oleh : 
Afifah Hasna Azzahra
Bendahara Umum PD IPM Kota Yogyakarta

  • Share:

You Might Also Like

0 comments