Wirausaha Sebagai Wadah Kreatifitas Basis Masa IPM

05:39

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa di era globalisasi ini, kompetisi dan persaingan antar manusia semakin memuncak. Ditambah dengan adanya MEA baru-baru ini membuat persaingan antar negara ASEAN semakin bebas. Apabila hal ini tidak kita jadikan suatu pokok permasalahan yang penting, maka ditengarai kita bangsa Indonesia akan dengan mudah tertinggal jauh dibawah negara tetangga.

IPM sebagai bagian penting dari pemuda Indonesia memiliki peran yang sangat vital untuk mendukung perkembangan daya kreatifitas bangsa. IPM sebagai organisasi kepemudaan terbaik se Indonesia beberapa periode, bahkan juga se-ASEAN, memiliki tugas dan wewenang yang mulia sebagai motor penggerak kreatifitas pemuda Indonesia, tak terkecuali pelajar diluar Muhammadiyah.

Kewirausahaan menjadi salah satu wadah bagi kreatifitas pelajar sebagai sarana untuk kebermanfaatan bagi dirinya sendiri dan bagi sekitar. Tinggi rendahnya jiwa kewirausahaan pada pelajar mampu menjadi tolak ukur sejauh mana daya saing pelajar Indonesia dengan negara lain. Oleh karena itu, IPM yang concern di bidang pelajar dan progresif dengan perkembangan zaman, mampu mewadahi kreatifitas pelajar khususnya di bidang kewirausahaan, tanpa meninggalkan spirit ilmu yang selama ini di dengungkan.

IPM memiliki salah satu agenda aksi yakni Jihad Literasi. Aksi ini bahkan bisa dijadikan sarana wirausaha bagi pelajar Muhammadiyah. Gerakan kewirausahaan yang menggunakan literasi sebagai sumber gerakan mampu merumuskan dua hal, yakni literasi yang menghasilkan literasi yang baru, dan literasi yang menghasilkan produk non-literasi.

Yang pertama yaitu bagaimana agar suatu aksi literasi (membaca) mampu menghasilkan aksi literasi yang lain (menulis), sehingga mampu menghasilkan karya berupa buku ataupun karya tulis lainnya, yang mampu menghasilkan manfaat secara lahiriah maupun batiniah. Uang yang dihasilkan dari penjualan buku menjadi bukti “material” bahwa literasi yang digerakkan oleh IPM tidak hanya berkutat pada keilmuan tanpa gerakan, tapi juga mampu mendorong produktifitas dan kreatifitas pelajar demi kompetisi di kancah internasional.

Sebagai contoh dari literasi baru adalah buku Nuun dan Teologi Al-‘Ashr  karya Azaki Khoirudin, Membela Teman Sebaya revisi ulang PD IPM Kota Yogyakarta, Mu’adzin Peradaban karya M. Khoirul Huda, Antologi Karya Tulis karya Nurcahyo D. Hermawan. Dan masih banyak lagi karya literasi yang ditelurkan oleh kader-kader IPM.

Selanjutnya adalah kewirausahaan sebagai hasil dari literasi, bukan menghasilkan literasi yang baru. Dengan tetap menempatkan literasi sebagai spirit utama dalam kewirausahaan. Contohnya; Danny Agung Prayoga, siswa asal SMA Muhammadiyah 1 Gresik sebagai juara di International Islamic Robot Olympiad (IISRO) 2015, ini menunjukkan bahwa literasi tetap menjadi motor utama dalam mengasah kreatifitas pelajar. Distro IPM sebagai lembaga profit di bawah PD IPM Jogja yang telah dikenal di seluruh Indonesia. Dan masih banyak lagi prestasi pelajar Muhammadiyah dan produk-produk kewirausahaan yang cukup berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

Kewirausahaan bersumber dari gerakan literasi mampu digerakkan dalam semua spesialisasi, juga bisa menghasilkan literasi itu sendiri. Apabila gerakan kewirausahaan ini mampu digerakkan di semua bidang, atau secara personal kader ipm secara khusus, maka akan menjadi gerakan yang sangat berpengaruh di dalam diri organisasi IPM secara menyeluruh.

Bidang-bidang dalam IPM yang sudah ada juga mampu mendukung gerakan kewirausahaan. Bidang PIP dengan spesialisasi penelitian dan pengkajiannya, ASBO dengan olahraga dan seninya, begitu juga bidang-bidang lainnya yang sangat berpotensi untuk berwirausaha di bidangnya masing-masing.

Ditambah lagi dengan banyaknya kader IPM yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Apabila IPM mampu menjadi wadah kewirausahaan bagi jutaan kadernya di Indonesia untuk menekuni spesialisasinya masing-masing, maka bukan tidak mungkin jika IPM benar-benar menjadi motor penggerak persaingan pemuda Indonesia di kancah internasional yang semakin bebas ruang gerak kompetisinya.

Nuun Wal Qolami Wa Maa Yasthuruun.

Oleh :
Ahmad Hawari Jundullah
Ketua Bidang Perkaderan PD IPM Jogja

  • Share:

You Might Also Like

0 comments